Rabu, 13 Mei 2015


Audubillahi Himinas Syaiton Nirojim Bismillahi Rohmani Rohim..

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛



Puja, puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, atas karuniaNya, blog berjudul “ Perang Bersenjatakan Sifat Wajib Allah “, ini dapat kami sampaikan. Semua itu tidak lebih sebagai doa dan wirid, sebagai senjata umat muslim dalam menghadapi kehidupan dengan berbagai macam bentuk persaingan. Ketika keputusan untuk berperang di keluarkan, perang menjadi sebuah perwujudan yang mematikan. Dan ketika itu pula kedatangan pertolongan Allah senantiasa di harapkan, demi mencapai sebuah kata kemenangan.

Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi yang terpilih, Muhammad SAW, kepada keluarganya, para isterinya, anak-anaknya, dan kepada semua cucunya. Kepada para handai tolannya, dari para Nabi dan utusan, para wali, para pahlawan (syuhada), orang-orang yang saleh, para sahabat dan tabi'in (pengikut), para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada malaikat yang selalu taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, dan kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan dari dunia bagian timur sampai bagian baratnya, baik yang di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak-bapak kami dan para ibu kami, para kakek dan nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, para guru besar kami, dan para guru besar mereka, kepada guru kami, para gurunya guru kami, dan lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami menulis, dan berkumpul di sini, yang menjadikannya sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik, seorang bapak, seorang pemimpin besar dan panglima perang tertinggi.

Perjuangan umat Islam, dalam menjalani kehidupan sekarang ini, telah sampai pada saat yang mengkhawatirkan. Umat agama lain terus meneliti, mengembangkan ilmu pengetahuan dan technologi, kebanyakan hasil riset tersebut, di majukan sebagai senjata di medan peperangan, senjata-senjata pemusnah massal tersebut di uji cobakan, pada umat Islam. Perlahan jumlah populasi umat Islam mulai menurun, karena mengalami kehancuran, dan kekalahan.

Umat Islam yang telah mengalami kekalahan dalam ilmu pengetahuan technologi, logistic persenjataan dan keuangan, di wajibkan untuk mengganti kekalahan dengan kemenangan. Umat agama lain mengetahui dengan pasti, bahwa senjata dan kemenangan umat Islam terletak pada kedekatannya dengan Allah. Maka berbagai media informasi, telekomunikasi, yang keluar bertujuan untuk menjauhkan umat Islam dengan Allah.  Blog berjudul “ Perang Bersenjatakan Sifat Wajib Allah “, Insaallah dapat mendekatkan kita untuk kembali kepada Allah. Islam akan menjadi agama pemenang, sebagai pelaksanaan sumpah dan janji Allah, Aamiin.

“ Ya Allah, penuhilah bagi ku apa yang Engkau janjikan kepada ku. Ya Allah, sesungguhnya aku mengingatkan-Mu akan sumpah dan janji-Mu” { Doa Rasulullah SAW Tatkala Perang (Badar) }.


Bismillahi Rohmani Rohim..


Sifat Wajib
Tulisan Arab
Maksud
Sifat
Sifat Mustahil
Tulisan Arab
Maksud
Wujud
ﻭُﺟُﻮْﺩ
Ada
Nafsiah
Adam
ﻋَﺪَﻡْ
Tiada
Qidam
ﻗﺪَﻡْ
Terdahulu
Salbiah
Huduts
ﺣُﺪُﻭْﺙْ
Baru
Baqa
ﺑَﻘَﺎﺀ
Kekal
Salbiah
Fana
ﻓَﻨَﺎﺀ
Berubah-ubah (akan binasa)
Mukhalafatuhu lilhawadis
ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Berbeda dengan makhluk-Nya
Salbiah
Mumathalatuhu lilhawadith
ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Sama dengan makhluk-Nya
Qiyamuhu binafsih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ
Berdiri sendiri
Salbiah
Qiamuhu bighairih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ
Berdiri-Nya dengan yang lain
Wahdaniyat
ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
Esa (satu)
Salbiah
Ta'addud
ﺗﻌﺪﺩ
Lebih dari satu (berbilang)
Qudrat
ﻗﺪﺭﺓ
Kuasa
Ma'ani
Ajzun
ﻋﺟﺰ
Lemah
Iradat
ﺇﺭﺍﺩﺓ
Berkehendak (berkemauan)
Ma'ani
Karahah
ﻛﺮﺍﻫﻪ
Tidak berkemauan (terpaksa)
Ilmu
ﻋﻠﻢ
Mengetahui
Ma'ani
Jahlun
ﺟﻬﻞ
Bodoh
Hayat
ﺣﻴﺎﺓ
Hidup
Ma'ani
Al-Maut
ﺍﻟﻤﻮﺕ
Mati
Sama'
ﺳﻤﻊ
Mendengar
Ma'ani
Sami
ﺍﻟﺻمم
Tuli
Basar
ﺑﺼﺮ
Melihat
Ma'ani
Al-Umyu
ﺍﻟﻌﻤﻲ
Buta
Kalam
ﻛﻼ ﻡ
Berbicara
Ma'ani
Al-Bukmu
ﺍﻟﺑﻜﻢ
Bisu
Kaunuhu qaadiran
ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ
Keadaan-Nya yang berkuasa
Ma'nawiyah
Kaunuhu ajizan
ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ
Keadaan-Nya yang lemah
Kaunuhu muriidan
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ
Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan
Ma'nawiyah
Kaunuhu mukrahan
ﻛﻮﻧﻪ مكرها
Keadaan-Nya yang tidak menentukan (terpaksa)
Kaunuhu 'aliman
ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ
Keadaan-Nya yang mengetahui
Ma'nawiyah
Kaunuhu jahilan
ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ
Keadaan-Nya yang bodoh
Kaunuhu hayyan
ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ
Keadaan-Nya yang hidup
Ma'nawiyah
Kaunuhu mayitan
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ
Keadaan-Nya yang mati
Kaunuhu sami'an
ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ
Keadaan-Nya yang mendengar
Ma'nawiyah
Kaunuhu ashamma
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ
Keadaan-Nya yang tuli
Kaunuhu bashiiran
ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ
Keadaan-Nya yang melihat
Ma'nawiyah
Kaunuhu a'maa
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ
Keadaan-Nya yang buta
Kaunuhu mutakalliman
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ
Keadaan-Nya yang berbicara
Ma'nawiyah
Kaunuhu abkam
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ
Keadaan-Nya yang bisu



Perang bersenjatakan sifat wajib Allah
Sifat nyata       :Wujud            : Ada
Sifat mustahil : Adam            : Tiada


Wujud Allah merupakan sebuah keadaan dengan sendirinya, manusia tidak mengetahui kapan waktunya. Manusia di adakan untuk menemani hidup. kehidupan manusia di lihat dan diawasi, untuk di evaluasi. Manusia yang lahir merupakan object yang di berikan pemahaman tentang keberadaan Allah, berusaha mengerti, tentang semua yg ada di dunia ini, karena akherat adalah besok, dan dunia dirasakan sekarang ini.

Ada, sebuah kata yang dapat dimengerti dan di fahami, ada dalam pandangan manusia dapat dikatakan sesuatu yang dapat dipakai, digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang di perlukan untuk hidup. Semakin banyak anak yang terlahir maka akan semakin lahir sebuah kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak ada yang sama, waktu lahir, dan semuanya berbeda sifat untuk kebutuhan hidupnya, sehingga manusia begitu mengenal banyak kata ada, untuk setiap bentuk kelahiran bermakna ada yang baru dalam hidup manusia.

Ada dapat berwujud sebuah benda, di pakai oleh manusia, benda itu berguna untuk memenuhi sifat kurang dari manusia. Benda itu dapat bermakna sebuah senjata, kenapa kita seneng bersenjata, jawabnya adalah untuk bertahan, dan mempertahankan kehidupan. Jawaban ini sederhana sekali, untuk mereka yang ingin berumur panjang, dapat mengenal dunia lebih lama, ingin belajar ledih dalam lagi atas apa yang ada di dunia ini, dalam artian untuk bertahan dari apa yang ada, dan mempertahankan keberadaan, maka buat dan persiapkanlah senjata hidup ini.
Senjata hidup berubah, sejalan dengan sebuah kelahiran, badan yang terlahir merupakan senjata awal untuk bertahan di hidup ini. Manusia yang baru terlahir tentu ingin mengenal dan menggunakan dunia lebih lama, lebih dalam, dan selalu ingin lebih, ingin dunianya lebih dari yang lain, wujud adanya selalu ingin lebih di kenal dunia, semua itu karena itu sifat manusia yang serba kekurangan.

Dengan keberadaan manusia dan sesamanya, dengan adanya cita-cita manusia yang sama, sama- sama ingin bertahan hidup, maka semua yang ada di diri manusia secara penuh ingin digunakan, di gunakan sebagai senjata untuk bertahan hidup. Hidup ini hanya bertahan, bertahan dari semua sifat yang di bawa ketika lahir, bertahan dari nama yang di berikan oleh kedua orang tua, bertahan atas apa yang diberikan oleh guru, teman dan orang lain, bertahan dengan semua yang dimiliki, bertahan untuk maju dengan apa yang dipunyai. Bertahan dari sifat, pendirian hasil dari perkenalan dunia ini, bertahan dari kekurangan, bertahan dari apa yang telah di buat di kehidupan ini, bertahan dari semua pembelajaran Allah mengenai kehidupan ini, bertahan dalam diri sendiri, bertahan dan terus mempertahankan hidupnya sebagai manusia.



Sifat nyata        : Qidam           : Terdahulu
Sifat mustahil   : Huduts          : Baru

Terdahulu, sifat mustahilnya adalah baru. Setiap yang terdahulu, lebih tua, lebih lama, tentunya akan lebih memiliki ilmu, pengetahuan dan pengalaman. Pastinya akan mengetahui lebih banyak mengenai situasi, kondisi, pra keadaan, dan keadaan terkini yang sedang terjadi. Yang lebih tahu, pasti akan dapat menyelesaikan masalah dengan lebih cepat, akurat, dan terpercaya. Yang terdahulu tentu saja akan menghadapi semua persoalan hidup dengan lebih percaya diri dan lebih tenang.

Berbeda dengan yang baru, dan yang baru tentu saja merupakan bagian dari manusia, yang baru itu seperti baru terlahir, baru terbuat, baru berjalan dan baru dilaksanakan. Baru dapat berarti memulai segala sesuatu dari awal dari kondisi nol, baru bermakna mengetahui segala sesuatunya dari hasil pemberian, bukan dengan sendirinya. Baru yaitu belajar dari apa yang telah terbuat, terjadi, dan dilaksanakan, dan hal yang baru adalah hal yang selalu diinginkan oleh manusia, manusia dengan sifat-sifatnya akan selalu tertarik dengan hal yang baru, bukan dengan hal yang terdahulu.

Senjata orang beriman, senjata terdahulu, senjata yang sejak dahulu, sejak lama digunakan oleh manusia untuk bertahan hidup, dikenal semenjak manusia pertama, sampai dengan manusia yang baru terlahir sekarang ini, adalah do’a. Berdoa merupakan tindakan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Besar. Ada, dan secara dahulu do’a merupakan pemusnah sifat egoisme, yang bernilai kesombongan, keangkuhan, dan rasa ingin menang sendiri, karena merasa segala sesuatu yang dimilikinya, di temukan, di buat dan di dapat oleh sendiri. Tidak menganggap adanya campur tangan Allah, sebagai Zat yang Maha Mengatur. Semua keberhasilan selalu diidentikan dengan kecerdasan normalitas semata, bagian subtansial dari apa yang dimilikinya. Di sinilah terdapat celah tipuan setan yang menginginkan kita melupakan nilai-nilai Ketuhanan. Dengan berdo’a manusia diberikan pengajaran tentang satu hal, bahwa sebagai mahluk ciptaan Allah, kita memiliki sangat banyak sifat kekurangan dan kelemahan, tampa bantuan Sang Pencipta, kita tidak akan mengerti dan memahami setiap kejadian yang terjadi di dunia, di muka bumi ini, sekarang ini.

Apabila wujud manusia itu ada, dan wujud badan tersebut sebagai senjata untuk bertahan hidup di dunia ini, maka wujud badan manusia sejak dahulu bersenjatakan do’a. Sejak manusia pertama terlahir, Nabi Adam menggunakan do’a sebagai senjata untuk bertahan hidupnya, untuk bertahan dari godaan setan yang terkutuk, untuk bertahan ketika ia diturunkan dari surga ke dunia ini, untuk bertahan sampai Allah memaafkan, dan mengangkat kembali derajatnya.
Manusia terkini, manusia sekarang ini, ingin senjata baru dalam hidupnya, mendalami waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan senjata hidup yang baru, dan manusia selalu ingin sesuatu yang baru. Semua hal baru, semua hal yang ditemukan, dibuat, dan didapat, alangkah baiknya apabila terus mengingat yang terdahulu, senjata terdahulu untuk bertahan hidup, yaitu do’a. Maka berdoalah sebelum mengerjakan segala sesuatunya, segala hal yang baru, dan perbaharuilah cara mu berdo’a.
  


Sifat nyata       : Baqa : Kekal
Sifat mustahil  : Fana  : Berubah-ubah (akan binasa)

Kekal, sifat mustahilnya adalah berubah-ubah, kekal bermakna meniadakan kesudahan, atau tiada kebinasaan, dapatkah kita temukan apa saja di dunia ini yang kekal, sebab umur manusia akan menemukan sebuah kata binasa, meninggal, tertinggal bersama semua yang pernah ada di dunia. Harta yang setiap waktu kita kumpulkan sewaktu hidup, akan tertinggal, ketika malaikat maut datang menjemput. Jabatan yang di hormati, di puja dan puji, akan tenggelam ke dasar, seiring tubuh yang jatuh bersujud, bersatu dengan tanah yang terinjak. Apapun yang terbentuk di dunia, berasal dan berawal dari dunia, akan bersatu dengan kebinasaan.

Kebinasaan teman karib manusia, yang dulu memerintah akan di perintah, semua kebesaran manusia akan binasa. Manusia senantiasa cenderung untuk merubah pilihan hidup untuk mencari, dan mengumpulkan hal yang mendukung kebesarannya, berubah-ubah merupakan sikap hidup manusia, di gunakan untuk dapat menempatkan, menyesuaikan diri, untuk dapat bertahan hidup. Merubah do’a, pekerjaan, teman, dan semua kebutuhan hidup, untuk mendapatkan perasaan yang lebih baik lagi.

Kekekalan dari Illahi yang di anugrahkan kepada manusia adalah keimanan, pelaksanaan dari sebuah keimanan seseorang kepada Allah, ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut sebagai akhlak mahmudah. Akhlak terpuji antara lain, bersikap jujur, bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah, dan masih banyak lagi. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak Rosul, maka ia menjawab bahwa akhlak Rosul adalah Al-quran. Artinya Rosul merupakan manusia yang menggambarkan akhlak seperti yang tertera di dalam Al-quran.

Senjata yang kekal dari seorang muslim adalah keimanan, Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rosul-Rosul Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada qada dan qadar yaitu takdir baik dan buruk. Jiwa raga ini diciptakan untuk bertahan di kehidupan dunia, dari dahulu bersenjatakan do’a, manusia berdo’a kepada Allah karena mengimani Allah. Do’a seorang muslim akan kekal abadi, apabila berlandaskan kepada rukun iman. Allah, Malaikat, Kitab,Rosul, hari akhir, takdir, adalah ketetapan Allah yang tidak akan berubah, sifatnya kekal abadi.

Apabila berubah-ubah adalah sifat manusia, ada baiknya kita merubah sikap keimanan kita, merubah persenjataan hidup kita, yang awalnya suka bohong menjadi bersenjatakan ke jujuran, yang sama sekali tidak perduli menjadi suka bertanggungjawab, yang sering sekali berkhianat menjadi amanah, yang didalam hatinya jahat menjadi baik hati, yang mulanya sering meninggikan diri menjadi tawadhu, yang sering merasa putus asa menjadi istiqomah, yang malas menjadi rajin, yang minder menjadi lebih percaya diri, yang semula awalnya tidak yakin menjadi yakin, yang dimulai dari tidak percaya menjadi terpercaya, yang hatinya keras menjadi seorang yang pemaaf, rubahlah semua yang kita miliki menjadi hal yang kekal, dengan mengembalikan semua milik kita hanya kepada Allah Yang Maha Kekal.



Sifat nyata       :  Mukhalafatuhu lilhawadis    : Berbeda dengan makhluk-Nya
Sifat mustahil  : Mumathalatuhu lilhawadith  : Sama dengan makhluk-Nya

Semua sifat, sikap, bentuk, karakter dan integritas pencipta pasti berbeda dengan hasil ciptaan, semua yang diciptakan Allah, berbeda dengan diri-Nya, yang diciptakan manusia berbeda dengan manusia itu sendiri. 1 unit computer, sebagai server senjata perang hasil ciptaan manusia berbeda dengan manusianya. Perbedaan tersebut menunjukkan siapa pencipta, dan apa hasil ciptaannya. Perbedaan itu tentu saja menunjukkan sebuah integritas, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Sedangkan hasil ciptaan seperti computer tentu tidak mempunyai kewibawaan serta kejujuran, tidak berwibawa, karena tidak dapat bekerja dengan sendirinya, sedangkan semua kejujuran yang ada merupakan sebuah program yang tertanam untuk dijalankan.

Integritas dapat bermakna suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip. Nilai dan prinsip ini tentunya tidak terlepas dari yang namanya kebenaran. Karena kebenaran, orang yang memiliki integritas pasti akan menjadi orang yang jujur dan menyukai keadilan. Pada akhirnya Integritas ini dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya pencipta namun juga yang diciptakan. Nilai dan prinsip kebenaran akan tertanam apabila pencipta, menanamkannya pada hasil ciptaan, nilai kebenaran ini dapat terletak pada cara pelaksaan, dan keadaan akhir berupa kegunaan dari sebuah hasil ciptaan, sedangkan prinsip merupakan pedoman system kerja dari sebuah hasil ciptaan.

Manusia diciptakan dengan penuh kemuliaan. Jika perbedaan ada disisi manusia, itu berarti perbedaan juga merupakan bagian dari paket kemuliaan itu. Perbedaan merupakan perjalanan kehidupan manusia menuju sebuah kemuliaan. Allah menciptakan jutaan manusia, perbedaan adalah pilihan untuk memilih seorang manusia yang kita sukai. Jika Allah tidak menciptakan perbedaan, maka kita tak akan pernah belajar sesuatu. Dan jika kita membenci perbedaan, maka kita sejatinya membenci seluruh manusia, karena semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama bahkan anak kembar sekalipun. Karena sejatinya tidak ada yang merugikan dari sebuah perbedaan, yang ada hanyalah keuntungan yang bisa kita petik, jika kita mau merenunginya. Maka perbedaan merupakan sebuah senjata



Sifat Nyata                  : Qiyamuhu binafsih    : Berdiri sendiri
Sifat mustahil              : Qiamuhu bighairih    : berdirinya dengan yang lain

Sederhananya apabila kita melihat senjata berupa sebilah pisau, maka besi akan membutuhkan kayu atau plastik sebagai gagang atau pegangannya, dengan kata lain berdirinya dengan yang lain. Hanya Allah yang tidak membutuhkan siapa-siapa, dan kita butuh dengan NYA. Seorang anak yang baru terlahir, berdirinya karena adanya hubungan ibu dan bapaknya. Sedangkan Allah berdiri dengan sendirinya, tidak beranak dan tidak di peranakkan.

Berdiri dengan sendirinya dapat bermakna mandiri, tidak butuh bantuan, dukungan, dan pertolongan. Dalam permainan perang, seorang yang basenya sudah besar, tetap akan membutuhkan bantuan orang lain, karena itu adalah kodrat dari seorang manusia, selalu berdiri dengan yang lain. Perusahaan provider game tentu akan berdiri dengan para penggunanya. Seorang player, tentu akan berdiri dengan player lainnya, sebagai manusia, taqdir kita berdiri dan bersama dengan yang lain, maka dari kebersamaan itu akan muncul persatuan dan perpecahan, peperangan dan perdamaian.

Persatuan akan menguatkan, menyambungkan silahturahmi untuk saling berkomunikasi, sebagai tempat untuk menyampaikan, ide, gagasan, dan memberikan kritik yang membangun, sekaligus sebagai tempat untuk membagikan beban tugas atau pekerjaan. Tugas seorang player perang, menyambungkan silahturahmi perintah, saling berkomunikasi demi mendapatkan kabar, kekalahan atau kemenangan perang. Menyampaikan ide, untuk bertahan dan menyerang, menyatukan semua yang di dapat dari peperangan, baik itu saat bertahan dan menyerang, gagasan untuk membangun kekuatan baru dari sebuah senjata, serta dapat memberikan kritik yang membangun, sejak mulai penelitian, hingga hasil akhir dari sebuah kekuatan unit persenjataan. Kekuatan maksimal yang optimal dari sebuah base, akan terlihat apabila beban tugas atau pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik, visi dan misinya sesuai target dan lokasi.

Perpecahan akan melemahkan, memperlihatkan keterbatasan, kekurangan, dan ketidakberadaan. Perpecahan dapat mengakibatkan berkurangnya dukungan, tidak berjalannya aspirasi perintah, dan tidak terbentuknya motivasi yang membangun. Perpecahan dapat mengakibatkan putusnya semangat juang, dan tentu saja perpecahan memperkecil jumlah pengorbanan yang sebelumnya telah di perhitungkan. Player perang yang terpecah dari persatuan, akan lemah, ia akan memperlihatkan keterbatasannya, bahwa ia hanya sebatas seorang pemain biasa. Kekurangan akan di katakan dan ketidakberadaan akan di tunjukkan.  Perpecahan tentu tergambar dari kurangnya dukungan karena tidak berjalannya aspirasi perintah yang di kehendaki, sehingga motivasi untuk memperbesar kekuatan persenjataan tidak akan berhasil terbangun. Perpecahan memutuskan semangat juang untuk mempertinggi kedudukan dan posisi, dan tentu saja pada akhirnya memperkecil bahkan menghilangkan pengorbanan yang di butuhkan sebagai biaya peperangan. Sebagai manusia yang selalu, dan akan tetap berdiri dengan manusia lain, seorang player perang harus dapat bersikap adil, karena keadilan sebuah penyerangan sama dengan kehancuran total semua struktur bangunan dari sebuah base yang di serang.



Sifat nyata       :Wahdaniyat    : Esa (satu)
Sifat mustahil  : Ta’addud       : Lebih dari satu (berbilang)

Allah berkuasa menciptakan segala sesuatu, namun-Ia tidak menjadikan mahluk, ada yang setara dengan-Nya, karena Dia mengetahui pasti, mahluk tersebut akan berkhianat, ingin berkuasa secara Esa, satu, tunggal, sendiri. Benar, sungguh manis rasanya kekuasaan yang tidak terbagi, terlebih apabila kekuasaan itu abadi.

Maka Allah ciptakan semua mahluknya dengan berbilang, lebih dari satu. Namun semua mahluk tersebut berbeda, tidak ada satu pun yang sama persis, perbedaan itulah bentuk keesaan dari mahluk. Dapatkah kita mengetahui perbedaan tersebut, keesaan yang kita miliki, kemudian kita gunakan keesaan tersebut sebagai senjata untuk merebut, mengumpulkan kekuasaan dan berkuasa mutlak di atasnya. Mereka yang hidup, dan meraih sukses karena mereka dapat mengembangkan dan memperbesar keesaan yang di milikinya. Misalkan saja, seorang jenderal, dengan keesaan dapat menaklukkan wilayah-wilayah yang besar, maka ia akan terus menaklukkan wilayah-wilayah tersebut hingga wilayah tersebut habis di kuasainya. Sedangkan wilayah yang kecil, wilayah yang keras, akan ia tinggalkan untuk di taklukan oleh jenderal lain. Ia memilih bersikap adil, dengan berbagi daripada mendahulukan rasa egoisme yang ada pada dirinya, semua demi kesuksesan, bukan untuk kegagalan.

Dunia terkini, penuh dengan informasi, sehingga komunikasi bisa dilakukan dengan ilustrasi sebuah film, komunikasi antara pemerintah dengan swasta, rakyat, atau swasta dengan pemerintah, rakyat, dan rakyat dengan swasta, pemerintah dll. Komunikasi/ film-film tersebut akan selalu menunjukkan menonjolnya seorang pemain, selalu menunjukkan bakat dan keahlian tersendiri, sebagai perbedaan, sebagai keesaan, akan selalu menunjukkan persaingan, perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi yang nomor satu, menjadi esa, menjadi seorang pemenang dengan happy ending yang membahagiakan.

Dapatkah kita mengetahui keesaan/ perbedaan antara kita dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai senjata yang kuat untuk melangsungkan hidup, dan bertahan hidup. Dapatkah perbedaan tersebut kita kembangkan menjadi besar, tampa membawa kerugian. Dan dapatkah perbedaan tersebut terus kita besarkan untuk sebuah maksud, dan tujuan positif yang baik. Setiap perbedaan sejatinya membawa hikmah, berisi peringatan, untuk mereka yang menjadikan perbedaan tersebut sebuah akar dari masalah, sebuah asal usul dari peperangan, sebuah senjata yang mematikan.

Perbedaan merupakan sebuah ketentuan alam, evolusi selama miliaran tahun, revolusi yang terus di perjuangkan, yang membutuhkan pengorbanan secara terus-menerus, karena dari tindakan itu, akan timbul sebuah sari pati yaitu sebuah keesaan, menjadi terbaik, dari yang terbaik. Menjadikan manusia yang menggali perbedaan/ keesaan tersebut menjadi sebuah potensi diri, memperdalamnya, kemudian menjadikannya sebuah senjata untuk bertahan di kehidupan ini,  demi mendapatkan kesuksesan dengan ampunan dan pahala yang mulia.



Sifat nyata       : Qudrat           : Kuasa
Sifat mustahil  : Ajzun            : Lemah

Semua yang di ciptakan Allah mempunyai kuasa dan kekuasaan, bakteri merugikan yang hidup di dalam tubuh manusia, menandakan bahwa bakteri tersebut hidup, kemudian berkembang biak, membesarkan kelompoknya, bersenjatakan kelompoknya menginginkan lahan untuk berkuasa secara mutlak, kearah yang lebih besar lagi. Maka dengan bersenjatakan kekuasaan yang lebih besar, mereka menuju kekuasan akhir, dan apabila telah mendekati akhir dari kekuasaannya, maka meninggallah manusia tersebut.

Kekuasaan berawal, akan kita kumpulkan, ketika kita merasa membutuhkan sesuatu untuk keperluan, dan bertahan hidup. Urusan tersebut kita usahakan dengan sendiri, atau dengan kelompok, semakin besar urusan, maka semakin besar kelompok yang di gunakan. Urusan semakin besar, maka kekuasaan, resiko dan hasil akan semakin besar terlihat, dan pengerjaannya akan terasa semakin berat. Sungguh Allah yang Maha Kuasa telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

Setiap kekuasaan ada batas waktunya, ada urusan dan ketentuan untuk mendapatkannya. Yang menjadi jawaban dari setiap pertanyaan tentang kekuasaan adalah ?. Bagaimana dia berkuasa, dan menjalani kekuasaan hingga batas waktunya. Hendaknya orang yang mempunyai keluasan kekuasaan memberikan kuasa menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas kekuasaannya, hendaknya memberikan kuasa dari kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan, kekuasaan setelah kelemahan. Maka ada baiknya kekuasaan tersebut di jalani walau menemui kesempitan, kelemahan, karena percaya dan yakin akan menemukan kelapangan, dan kekuasaan.

Dan apabila kekuasaan di jadikan senjata, digunakan untuk melanggar perintah dari berbuat baik dan benar, melanggar semua perjanjian yang telah di setujui, melanggar semua kesepakatan yang telah di tanda tangani, melanggar ketentuan waktu dari waktu yang telah di jadwalkan, maka pelanggar akan mendapatkan perhitungan hukuman yang ketat, dan berat. Dan mereka akan di hukum dengan hukuman yang mengerikan. Hukuman yang akan di saksikan, sebagai media pertanggungjawaban.

Kuasa, berkuasa, dan kekuasaan, akan terus menjadi materi yang dibutuhkan, di cari, di kumpulkan, dan di satukan oleh semua mahluk hidup. Kekuasaan di bumi, berkuasa di dunia, kuasa dari keduanya, merupakan hasil pemberian, yang tentunya mempunyai resiko. Mereka yang bertahan, dan mempunyai nilai baik, dalam menjalankan kekuasaannya, karena mereka menjalankan perintah, dan menerima resiko, yaitu selalu belajar untuk menambah ilmu dan pengetahuannya.



Sifat nyata       : Iradat            : Berkehendak (berkemauan)
Sifat mustahil : Karahah         : Tidak berkemauan (terpaksa)

Dunia dengan berbagai macam isinya, semuanya ada sesuai dengan apa yang telah di janjikan, semuanya telah di saksikan dan kita saksikan sendiri kebenarannya. Awalnya ada karena sebuah kehendak, kemauan tersebut kemudian membesar menjadi sebuah ide, gagasan, yang pada akhirnya mempunyai maksud dan tujuan yang tertulis dengan jelas. Bumi di ciptakan dengan kehendak sebagai tempat hidup semua mahluk ciptaan, dengan ide untuk beribadah, di atur dengan perintah, dan hukum-hukum yang tertulis dengan jelas, pada akhirnya yang terlihat adalah sebuah system pemerintahan, yaitu pemerintahan Allah.

Semua yang telah terorganisir dengan tepat, teratur, dan berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki dapat di sebut sebagai sebuah system. Mekanisme dalam tubuh manusia bekerja secara sistematis, berjalan sesuai dengan apa yang di perintahkan dan apa yang di kehendaki kepada masing-masing organ tubuh. Walaupun salah satu organ tubuh tersebut terganggu, dalam kondisi rusak atau sakit, perintah atau kehendak tersebut tetaplah berjalan, artinya perintah, atau kehendak yang masuk, harus tetap berhasil di kerjakan, tampa kecuali. Perintah shalat 5 waktu, harus tetap di kerjakan, walaupun dalam kondisi sakit.

Sungguh mereka yang bersenjatakan kehendak, orang-orang yang mendatangkan cobaan berupa bencana, membunuh, menyiksa demi kepentingan pribadi, untuk kesenangan sesaat, demi keberlangsungan kelompok dan golongannya, untuk berkuasa sesaat. Sedangkan kehendak mereka adalah terus melakukan kejahatan, tampa adanya kehendak untuk berbuat baik, maka hukuman berat akan mereka dapatkan.

Mereka yang bersenjatakan kehendak untuk mengerjakan kebajikan, kebajikan untuk sesama, kebajikan yang di kerjakan dari hari ini, hingga hari esok nanti, kebajikan yang dapat di gunakan untuk kepentingan nusa, bangsa dan agama, kebajikan yang pada akhirnya menjadi warisan yang akan di wariskan kepada anak cucu mereka, mereka itulah yang akan mendapatkan kemenangan yang agung.

Sebuah kehendak yang di mulai, dapat menjadi awal penciptaan, apabila Allah berkehendak apapun di dunia ini dapat tercipta, terjadi dengan melalui proses yang panjang, proses yang diinginkan dengan perjuangan untuk mendapatkannnya, pengorbanan untuk memerdekakannya. Sedangkan apabila ingin di matikan, hanya sekejap mata, hal tersebut dapat terjadi. Kemudian apabila Allah menghidupkannya kembali, maka hal tersebut tidak lebih hanya untuk menunjukkan kuasa dan kemampuan untuk berbuat apa saja yang di kehendakinya, itulah tanda-tanda kebesaran Allah.



  
Sifat nyata       : Ilmu               : Mengetahui
Sifat mustahil : Jahlun            : Bodoh

Logikanya apabila kita berkehendak ingin berkuasa untuk segala sesuatunya, tentu kita harus mengetahui dengan pasti apa yang akan kita kuasai. Semua langkah yang benar atau salah, kecil atau besar, sadar atau tidak sadar, nyata atau tidak nyata, semuanya senantiasa kita dedikasikan guna mencapai tujuan, yang ingin kita capai. Semuanya berawal ketika kita diberikan pengetahuan untuk mengetahui, dan karena sifat penasaran yang dimiliki manusia, maka kita berencana untuk mengetahui lebih dalam, lebih banyak, lebih akurat, dan lebih terperinci lagi, sehingga semua itu dapat di hitung, kemudian di beri nilai guna, dan pastinya setiap manusia yang telah mengetahuinya, akan mencoba mendapatkan, memilikinya dengan membelinya, itulah kehidupan, begitulah ia berjalan, dan semua itu, kita rasakan sekarang.

Apabila pengetahuan dari mengetahui sesuatu hal tersebut di jadikan senjata untuk bertahan, dan meneruskan kehidupan, maka semua tujuan dapat diraih. Sayangnya untuk mengetahui sesuatu tersebut, kita membutuhkan perjuangan, dan pengorbanan untuk menukarnya. Sedangkan manusia diberikan keterbatasan kekuatan untuk berjuang, keterbatasan kemampuan untuk berkorban. Manusia ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang pintar dan ada yang bodoh.
Karena mengetahui pengetahuan dan ilmu suatu hal, maka kita sendiri dapat mengetahui pasti apa yang kita kerjakan, dapat memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari. Manusia hanya punya rencana, sedangkan Allah mengetahui untuk mengkehendakinya.

Jika kita mengetahui apa saja yang akan turun dari langit, mengetahui apa saja yang akan keluar dari dalam bumi, tentu keuntungan dari keduanya saja yang akan kita ambil, sedangkan semua kerugiannya akan kita timpahkan kepada orang lain. Hidup akan terasa tidak adil, dan ketidakteraturan akan menghancurkan. Jika kita mengetahui apa yang di rahasiakan, maka rasa aman tidak dapat di rasakan. Jika kita mengetahui apa yang akan di nyatakan, maka kita akan ambil pernyataan penting saja, pertemuan akan terasa datar, tampa canda, tawa, serius. Dan jika kita mengetahui segala isi hati, maka propaganda, dan seruan, tidak akan ada.

Bila kita mengetahui ini dan itu, maka fungsi orang lain akan berkurang, karena semua dapat kita kerjakan sendiri. Manusia lazimnya di ciptakan sebagai mahluk social, butuh, dan saling bergantung kepada sesamanya. Tidak ada seorangpun manusia yang mampu untuk hidup sendiri, hal terkecil seperti berdoa saja, manusia membutuhkan seorang pelantara, agar doa tersebut dapat terkabulkan. Hal gaib di sekitar kita yang tidak kita ketahui, memaksa kita untuk selalu bertanya dan mencari jawaban. Sedangkan yang nyata di depan mata kita merupakan sesuatu yang dapat kita ketahui, karena rasa penasaran maka hal tersebut ingin lebih kita mengerti, kita pahami, dan kita pelajari lebih, dan lebih dalam lagi.

Apabila kita dapat mengetahui sesuatu hal, dengan akurat, secara detail terperinci, artinya kita telah temukan titik akhir pencarian, semua kerja keras yang kita curahkan akan terhenti. Semua upaya pertemuan untuk menganalisa, mengkaji lebih dalam lagi akan terakhiri, dan semua yang terhenti adalah suatu akhir, dan segala sesuatunya pasti akan berakhir.
  


Sifat nyata       : Hayat            : Hidup
Sifat mustahil : Al Maut         : Mati

Maha Suci Allah yang telah menghidupkan kita semua, memberikan kehidupan kepada kita sebagai tanda kebesaran kepada semua mahluk hidup dan seluruh alam. Hidup merupakan ukuran-ukuran yang tepat, di perkenalkan kepada semua mahluk untuk di rasakan dan di jalani di seluruh alam. Hidup yang sangat singkat ini merupakan suatu runtutan kejadian yang berulang, bersambung sedemikian rupa, sehingga hidup menjadi sesuatu yang dapat di rasakan, di ingat dan di laksanakan.
Hidup di jadikan sebagai senjata, menjadikan semua yang bergerak dapat di gunakan untuk mendapatkan sesuatu, misalkan tangan di gunakan untuk mendapatkan uang, kaki di gunakan untuk mendapatkan kendaraan atau alat transportasi, semakin kuat tangan menggemgam, maka semakin besar kuasa yang di dapatkan, semakin jauh kaki melangkah, maka semakin besar kekuasaan yang di dapat, begitulah dunia di buat, selalu ingin di perkenalkan, selalu ingin di ketahui, itu semua kodrat dan naluri seluruh alam.
Semua pasti ingin membesar, seorang bayi akan tumbuh membesar, satu keluarga kecil, akan terus di usahakan untuk membesar, sehingga sampai anggota keluarganya tersebar di mana-mana. Pengaruh kedua orang tuanya akan terdengar di bawa oleh keberadaan anak-anaknya, pada akhirnya keberadaan keluarganya terdengar dan terlihat oleh banyak orang, manfaat dan kegunaan anggota keluarganya dapat di rasakan oleh orang banyak, karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang paling banyak manfaat dan kegunaannya untuk orang banyak.
Hidup di hari-hari akhir dirasakan semua yang ada di bumi, semua yang hidup di seluruh alam, di tumpahkan untuk seluruh mahluk yang hidup, terbukti dengan semakin dekatnya jarak, semakin cepatnya kabar berita terdengar. Dahulu apabila umat muslim ingin pergi ke tanah suci membutuhkan waktu berbulan-bulan perjalanan, kabar berita yang sampai juga membutuhkan waktu berbulan-bulan perjalanan dari sang pembawa berita. Sekarang dengan menggunakan pesawat, jarak tanah suci hanya di capai dalam hitungan jam, berita yang terdengar hanya dalam hitungan menit, sungguh dunia telah berubah, bumi semakin kuat, semakin dewasa dalam mencukupi kebutuhan mahluk yang hidup di atasnya.
Hidup ini pada akhirnya terasa seperti menghitung hari akhir, hari-hari di panggilnya kita oleh Sang Maha Hidup semakin cepat mendekat. Pertanggungjawaban atas semua yang telah di percayakan kepada kita, seperti ilmu, harta, dan keluarga akan di hitung oleh yang Maha Hidup. Sebagai catatan, ukuran, dan standar dari kita untuk di gunakan sebagai kelanjutan hidup di alam akhirat.



Sifat nyata       : Sama             : Mendengar
Sifat mustahil  : Sami               : Tuli

Mendengarlah, karena mendengar mengandung hikmah. Sesungguhnya setelah bayi terlahir, orang tuanya akan memperhatikannya apabila telah mendengar kabar darinya. Untuk mereka yang mampu mendengar, hidup berjalan setelah mendengar, umat muslim akan mengerjakan shalat setelah mendengar azan.  Untuk mereka yang tidak mampu mendengar hidup berjalan setelah melihat, meraba dan merasakan.

Mendengar di jadikan sebagai senjata, maka penyerangan akan terjadi apabila kita telah mendengar hal yang membahayakan, hal yang akan atau telah menghancurkan.  Umumnya setelah mendengar kita akan melihat, setelah mendengar ada anggota keluarga yang jatuh sakit, maka kita akan menjenguk dengan melihatnya. Setelah mendengar, membaca, ada base teman yang hancur, maka kita akan melihat kebenarannya.

Jauh terasa suara itu terdengar namun tetap terdengar dan dapat di mengerti, jauh kita mendengar ada teman kita yang butuh pertolongan kita, namun kita diam saja, maka apabila kita butuh pertolongan maka mereka yang dapat membantu kita, akan mengambil sikap yang kita ambil, yaitu berdiam diri. Dunia ini tidak lebih seperti ladang yang luas, apabila kita menanam maka kita akan menuai. Tanamlah hal yang baik, maka ketika kita menuai akan terasa kebahagiannya. Bila hal jahat yang kita tanam, maka ketika kita menuai akan terasa sesal dan sakitnya.

Mendengar kabar berita yang baik akan membuat kita bahagia, mendengar hal yang buruk akan membuat kita bersedih, kenapa dalam azan, kita mendengar kebesaran Allah, pengaruh rasulullah, ajakan shalat yang ringan, sebentar, yang menghasilkan kebahagiaan. Jawabnya karena manusia yang kecil, jangan sampai berkecil hati menghadapi kehidupan, persaingan hidup yang serba berat, susah, dan sulit, karena pertolongan Allah itu dekat, dan cepat. Dan ingatlah siapa pembawa risalah tersebut, yang selalu bekerjakeras untuk kebahagiaan umatnya, maka bersyukurlah kepada keduaNya. Maka berbicaralah hal yang baik, untuk mendengar hal baik yang membahagiakan.

Yang terpanjang dari hidup adalah mendengar, ibadah dan doa merupakan pembicaraan untuk di dengar, setelah tidak melihat seseorang, maka yang terdengar darinya hanya kabar beritanya. Yang terdekat dengan manusia modern adalah handphone, alat untuk mendengarkan kabar berita. Kita membuat janji bertemu seseorang dengan handphone, setelah mendengar, maka kita akan melihat. Kita ikuti apa yang telah di dengarkan, bersabarlah hingga kita mendengar keputusan yang baik.





Sifat nyata       : Basar             : Melihat
Sifat mustahil : Al-Umyu       : Buta

Anugerah hidup yang terindah adalah mata, alat untuk melihat, mengetahui segala perkara kehidupan, semua keindahan alam, panorama dunia, warna warni kehidupan, alat-alat perlengkapan kehidupan buatan manusia  dapat di lihat dengan menggunakan mata. Karunia terindah sebagai alat untuk menunjukkan jalan agar manusia tidak salah jalan, agar manusia dapat mempelajari dunia dengan semua ilmu pengetahuan di dalammnya, dan menggunakannya untuk kebaikan dan kebahagiaan.

Melihat sebagai senjata, semua serangan yang terjadi kebanyakan karena pengelihatan, umumnya seorang mata-mata di tugaskan untuk menyelidiki medan perang, masuk ke daerah pertahanan, hingga sampai ke jantung pertahanan, untuk melihat kekuatan dan kelemahan musuh. Semua data yang di dapat berdasarkan apa yang di lihat, ketika data tersebut masuk, maka perintah penyerangan akan keluar, semua itu di lakukan untuk efektif dan efesiennya serangan, sebab biaya sebuah peperangan sangat mahal. Dapat di katakana kemenangan berada di tangan seorang informan atau mata-mata, apabila seorang mata-mata cepat, akurat, handal, professional dan bertangungjawab pada tugas, maka peperangan dapat di menangkan.

Dengan melihat maka kita dapat mengetahui berbagai macam kebesaran di dunia, ada kebesaran yang sekali-sekali tiada akan mencapainya. Bila kita lihat maka penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia. Melihat merupakan sebuah tindakan untuk memperkuat sebuah bukti, biasanya setiap tindak kejahatan yang hanya terdengar di anggap kurang cukup bukti, tetapi apabila tindak kejahatan tersebut dapat terlihat, maka bukti akan di anggap kuat. Dapat di katakan melihat lebih kuat dari mendengar.

Melihat menjadikan kita dapat memahami, sedangkan mendengar menjadikan kita mengerti. Faham dapat berarti mampu untuk mengemukakan sebuah dalil, bukti, dan menjelaskan masalah, sedangkan mengerti hanya sebatas mengetahui apa saja tindakan-tindakan yang di perlukan untuk mengatasi masalah. Melihat secara keseluruhan, berbeda dengan melihat secara terbagi, secara keseluruhan dapat berarti sebuah analisa dan kesimpulan dari sebuah permasalahan, sedangkan melihat dengan terbagi lebih khusus dan spesifik kepada ragam dan jenis permasalahan.

Melihat dengan sudut pandang akan menghasilkan penjelasan-penjelasan yang berbeda, bila kita melihat dengan sudut pandang dunia yang abadi, maka kita akan lupa bahwa dunia ini akan kita tinggalkan, dunia akan terasa tidak berputar, kekuasaan akan terus di miliki oleh mereka yang telah berkuasa dengan mewariskannya. Yang kaya akan tetap kaya, yang pintar akan semakin pintar, yang memerintah akan terus memerintah, dan yang besar akan semakin tumbuh membesar.

Sedangkan apabila kita melihat dunia dengan sudut pandang dunia yang akan berakhir, maka kita akan ingat, bahwa dunia ini akan kita tinggalkan, dunia akan terasa berputar dengan penuh keadilan, yang menanam akan menuai, tidak aka nada yang merasa di rugikan. Kekuasaan akan bergulir untuk siapa saja yang mengusahakannya, karena yang berkuasa akan meninggal, kemudian dig anti oleh mereka yang di nilai mampu. Yang kaya akan miskin, sebab ketika kita meninggal kita tidak membawa harta benda dari dunia. Yang pintar akan merasa tertinggal oleh deru langkah kemajuan jaman,  yang memerintah akan di perintah, ketika meninggal nama besar seseorang akan terlupakan, dan terlihat kecil.



Sifat nyata       : Kalam            : Berbicara
Sifat mustahil : Al-Bukmu     : Bisu

Hai sekalian, berbicaralah, berdoalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri. Berbicara, bersilahturahmi akan mendekatkan diri, dengan berbicara manusia berinteraksi dengan manusia lainnya, berbicara dapat melengkapi kekurangan hidup, berbicara menjadikan yang jauh jadi dekat, dengan berbicara semua kebutuhan hidup di dapat. Berbicara merupakan hal pamungkas, sebab hanya nabi Musa yang telah berbicara langsung dengan Allah.

Berbicara sebagai senjata, doa merupakan perwujudan kita berbicara dengan Allah, mengungkapkan semua isi hati, pemikiran, meminta di cukupinya semua kebutuhan, doa adalah senjata umat muslim menghadapi kehidupan yang penuh persaingan ini.  Berbicara tentang kekerasan, kehancuran, kedhaliman, kelaliman, kedoifan, aniyaya akan membuat yang mendengar angkat senjata, maka berbicara jujurlah atas apa yang terjadi, sebab fitnah akan menjadi boomerang yang menghantam diri sendiri.

Dengan kita berbicara akan mengungkap banyak rahasia, ilmu pengetahuan akan di dapat, tehnologi akan terbuat, kemajuan akan di raih. Berbicara membuat yang tidak tahu menjadi mengetahui, yang tidak ada menjadi ada. 24 jam, Allah yang tidak tidur, akan mendengar kita, ketika kita berbicara.  Berbicara akan membuat hati tenang, katakan yang perlu untuk di ketahui, karena dengan begitu teman bicara dapat mengetahui dengan pasti maksud dan tujuan kita. Berbicara merupakan adab orang hidup, norma kesopanan, etika dan kaidah hidup, tata karma pergaulan, maka berbicaralah dahulu sebelum bertindak.

Dengan berbicara yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, yang menolak pada akhirnya menjadi menerima, berbicara menjadikan suatu sebab yang tidak mungkin menjadi mungkin, dengan keberanian berbicara hal yang biasa menjadi luar biasa, hal yang telah di lupakan menjadi hal yang kembali di ingat. Berbicara memungkinkan suatu kesalahan dapat menjadi sebuah kebenaran, kebencian menjadi hal yang di maafkan.

Berbicara merupakan perjanjian, perjanjian lama yang apabila terlupakan, akan kembali dapat di laksanakan, dengan berbicara perasaan putus asa, dapat menjadi semangat, kesepian akan hilang, keraguan akan berubah menjadi keyakinan, ketidak percayaan akan menjadi rasa percaya. Pengaruh seseorang akan di nilai dari pembicaraannya, baik dan jahat akan terlihat dari maksud dan tujuan pembicaraannya.

Bicaralah hal baik, jika ingin tujuan baiknya tercapai, bicaralah dengan pelan dan jelas, jika pembicaraannya ingin dapat di dengar. Bicaralah dengan intonasi berulang-ulang, jika pembicaraannya terasa di lupakan, tidak terlaksanakan.  Bicaralah dengan sabar, apabila pembicaraan tersebut terbantahkan. Bicaralah dengan nada yang tegas, agar pembicaraan cepat di pahami dan terlaksanakan. Bicaralah dengan mengucap nama Allah Yang Maha Pengasih dan penyayang.




SIFAT MA’NAWIYAH

Dapat bermaksud yaitu sifat-sifat yang berhubungan dengan sifat ma’ani, atau keaktifan 7 sifat di atas, dengan kata lain sifat Allah tersebut dilazimkan atau tidak bisa dipisahkan dengan Sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yakni 14- Kaunuhu Qadiran, 15- Kaunuhu Muridan, 16- Kaunuhu Aliman, 17- Kaunuhu Hayyan, 18- Kaunuhu Sami’an, 19- Kaunuhu Bashiran, 20- Kaunuhu Mutakalliman.

Penulis sadar tulisan tersebut jauh dari kesempurnaan, dengan harapan tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk nusa, bangsa, agama, kehidupan dunia dan akhirat.

Ya Allah, Ya Hayyu, Ya Hayyan..
Hanya kepada Mu, kami akan di kembalikan..
Aamiin..