Audubillahi Himinas Syaiton Nirojim Bismillahi Rohmani Rohim..
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛
Puja, puji dan syukur senantiasa
kami panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, atas karuniaNya, blog berjudul “ Perang
Bersenjatakan Sifat Wajib Allah “, ini dapat kami sampaikan. Semua itu tidak
lebih sebagai doa dan wirid, sebagai senjata umat muslim dalam menghadapi
kehidupan dengan berbagai macam bentuk persaingan. Ketika keputusan untuk berperang
di keluarkan, perang menjadi sebuah perwujudan yang mematikan. Dan ketika itu
pula kedatangan pertolongan Allah senantiasa di harapkan, demi mencapai sebuah
kata kemenangan.
Shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada Nabi yang terpilih, Muhammad SAW, kepada keluarganya,
para isterinya, anak-anaknya, dan kepada semua cucunya. Kepada para handai tolannya, dari para Nabi dan utusan, para wali, para pahlawan (syuhada), orang-orang yang saleh, para sahabat dan tabi'in (pengikut), para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada malaikat yang selalu taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah). Kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, dan kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan dari dunia bagian timur sampai bagian baratnya, baik yang di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak-bapak kami dan para ibu kami, para kakek dan nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, para guru besar kami, dan para guru besar mereka, kepada guru kami, para gurunya guru kami, dan lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami menulis, dan berkumpul di sini, yang menjadikannya sebagai uswatun hasanah,
suri tauladan yang baik, seorang bapak, seorang pemimpin besar dan panglima perang tertinggi.
Perjuangan umat Islam, dalam
menjalani kehidupan sekarang ini, telah sampai pada saat yang mengkhawatirkan. Umat
agama lain terus meneliti, mengembangkan ilmu pengetahuan dan technologi,
kebanyakan hasil riset tersebut, di majukan sebagai senjata di medan peperangan,
senjata-senjata pemusnah massal tersebut di uji cobakan, pada umat Islam. Perlahan
jumlah populasi umat Islam mulai menurun, karena mengalami kehancuran, dan kekalahan.
Umat Islam yang telah mengalami
kekalahan dalam ilmu pengetahuan technologi, logistic persenjataan dan keuangan,
di wajibkan untuk mengganti kekalahan dengan kemenangan. Umat agama lain
mengetahui dengan pasti, bahwa senjata dan kemenangan umat Islam terletak pada
kedekatannya dengan Allah. Maka berbagai media informasi, telekomunikasi, yang
keluar bertujuan untuk menjauhkan umat Islam dengan Allah. Blog berjudul “ Perang
Bersenjatakan Sifat Wajib Allah “, Insaallah dapat mendekatkan kita untuk kembali kepada
Allah. Islam akan menjadi agama pemenang, sebagai pelaksanaan sumpah dan janji
Allah, Aamiin.
“ Ya Allah, penuhilah bagi ku apa
yang Engkau janjikan kepada ku. Ya Allah, sesungguhnya aku mengingatkan-Mu akan
sumpah dan janji-Mu” { Doa Rasulullah SAW Tatkala Perang (Badar) }.
Bismillahi Rohmani Rohim..
Sifat
Wajib
|
Tulisan
Arab
|
Maksud
|
Sifat
|
Sifat
Mustahil
|
Tulisan
Arab
|
Maksud
|
Wujud
|
ﻭُﺟُﻮْﺩ
|
Ada
|
Nafsiah
|
Adam
|
ﻋَﺪَﻡْ
|
Tiada
|
Qidam
|
ﻗﺪَﻡْ
|
Terdahulu
|
Salbiah
|
Huduts
|
ﺣُﺪُﻭْﺙْ
|
Baru
|
Baqa
|
ﺑَﻘَﺎﺀ
|
Kekal
|
Salbiah
|
Fana
|
ﻓَﻨَﺎﺀ
|
Berubah-ubah (akan binasa)
|
Mukhalafatuhu lilhawadis
|
ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ
ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
|
Salbiah
|
Mumathalatuhu lilhawadith
|
ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ
ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
|
Sama dengan makhluk-Nya
|
|
Qiyamuhu binafsih
|
ﻗﻴﺎﻣﻪ
ﺑﻨﻔﺴﻪ
|
Berdiri sendiri
|
Salbiah
|
Qiamuhu bighairih
|
ﻗﻴﺎﻣﻪ
ﺑﻐﻴﺮﻩ
|
Berdiri-Nya dengan yang lain
|
Wahdaniyat
|
ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
|
Esa (satu)
|
Salbiah
|
Ta'addud
|
ﺗﻌﺪﺩ
|
Lebih dari satu (berbilang)
|
Qudrat
|
ﻗﺪﺭﺓ
|
Kuasa
|
Ma'ani
|
Ajzun
|
ﻋﺟﺰ
|
Lemah
|
Iradat
|
ﺇﺭﺍﺩﺓ
|
Berkehendak (berkemauan)
|
Ma'ani
|
Karahah
|
ﻛﺮﺍﻫﻪ
|
Tidak berkemauan (terpaksa)
|
Ilmu
|
ﻋﻠﻢ
|
Mengetahui
|
Ma'ani
|
Jahlun
|
ﺟﻬﻞ
|
Bodoh
|
Hayat
|
ﺣﻴﺎﺓ
|
Hidup
|
Ma'ani
|
Al-Maut
|
ﺍﻟﻤﻮﺕ
|
Mati
|
Sama'
|
ﺳﻤﻊ
|
Mendengar
|
Ma'ani
|
Sami
|
ﺍﻟﺻمم
|
Tuli
|
Basar
|
ﺑﺼﺮ
|
Melihat
|
Ma'ani
|
Al-Umyu
|
ﺍﻟﻌﻤﻲ
|
Buta
|
Kalam
|
ﻛﻼ
ﻡ
|
Berbicara
|
Ma'ani
|
Al-Bukmu
|
ﺍﻟﺑﻜﻢ
|
Bisu
|
Kaunuhu qaadiran
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻗﺎﺩﺭﺍ
|
Keadaan-Nya yang berkuasa
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu ajizan
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻋﺎﺟﺰﺍ
|
Keadaan-Nya yang lemah
|
Kaunuhu muriidan
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻣﺮﻳﺪﺍ
|
Keadaan-Nya yang berkehendak
menentukan
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu mukrahan
|
ﻛﻮﻧﻪ
مكرها
|
Keadaan-Nya yang tidak menentukan
(terpaksa)
|
Kaunuhu 'aliman
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻋﺎﻟﻤﺎ
|
Keadaan-Nya yang mengetahui
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu jahilan
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺟﺎﻫﻼ
|
Keadaan-Nya yang bodoh
|
Kaunuhu hayyan
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺣﻴﺎ
|
Keadaan-Nya yang hidup
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu mayitan
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻣﻴﺘﺎ
|
Keadaan-Nya yang mati
|
Kaunuhu sami'an
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺳﻤﻴﻌﺎ
|
Keadaan-Nya yang mendengar
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu ashamma
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺃﺻﻢ
|
Keadaan-Nya yang tuli
|
Kaunuhu bashiiran
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺑﺼﻴﺭﺍ
|
Keadaan-Nya yang melihat
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu a'maa
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺃﻋﻤﻰ
|
Keadaan-Nya yang buta
|
Kaunuhu mutakalliman
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ
|
Keadaan-Nya yang berbicara
|
Ma'nawiyah
|
Kaunuhu abkam
|
ﻛﻮﻧﻪ
ﺃﺑﻜﻢ
|
Keadaan-Nya yang bisu
|
Perang bersenjatakan sifat wajib Allah
Sifat nyata :Wujud : Ada
Sifat nyata :Wujud : Ada
Sifat
mustahil : Adam : Tiada
Wujud Allah merupakan sebuah keadaan dengan sendirinya, manusia tidak mengetahui kapan waktunya. Manusia di adakan untuk menemani hidup. kehidupan manusia di lihat dan diawasi, untuk di evaluasi. Manusia yang lahir merupakan object yang di berikan pemahaman tentang keberadaan Allah, berusaha mengerti, tentang semua yg ada di dunia ini, karena akherat adalah besok, dan dunia dirasakan sekarang ini.
Ada, sebuah kata yang dapat
dimengerti dan di fahami, ada dalam pandangan manusia dapat dikatakan sesuatu
yang dapat dipakai, digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang di
perlukan untuk hidup. Semakin banyak anak yang terlahir maka akan semakin lahir
sebuah kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak ada yang sama, waktu
lahir, dan semuanya berbeda sifat untuk kebutuhan hidupnya, sehingga manusia
begitu mengenal banyak kata ada, untuk setiap bentuk kelahiran bermakna ada
yang baru dalam hidup manusia.
Ada dapat berwujud sebuah benda, di
pakai oleh manusia, benda itu berguna untuk memenuhi sifat kurang dari manusia.
Benda itu dapat bermakna sebuah senjata, kenapa kita seneng bersenjata,
jawabnya adalah untuk bertahan, dan mempertahankan kehidupan. Jawaban ini
sederhana sekali, untuk mereka yang ingin berumur panjang, dapat mengenal dunia
lebih lama, ingin belajar ledih dalam lagi atas apa yang ada di dunia ini,
dalam artian untuk bertahan dari apa yang ada, dan mempertahankan keberadaan,
maka buat dan persiapkanlah senjata hidup ini.
Senjata hidup berubah, sejalan dengan sebuah kelahiran, badan yang terlahir merupakan senjata awal untuk bertahan di hidup ini. Manusia yang baru terlahir tentu ingin mengenal dan menggunakan dunia lebih lama, lebih dalam, dan selalu ingin lebih, ingin dunianya lebih dari yang lain, wujud adanya selalu ingin lebih di kenal dunia, semua itu karena itu sifat manusia yang serba kekurangan.
Senjata hidup berubah, sejalan dengan sebuah kelahiran, badan yang terlahir merupakan senjata awal untuk bertahan di hidup ini. Manusia yang baru terlahir tentu ingin mengenal dan menggunakan dunia lebih lama, lebih dalam, dan selalu ingin lebih, ingin dunianya lebih dari yang lain, wujud adanya selalu ingin lebih di kenal dunia, semua itu karena itu sifat manusia yang serba kekurangan.
Dengan keberadaan manusia dan
sesamanya, dengan adanya cita-cita manusia yang sama, sama- sama ingin bertahan
hidup, maka semua yang ada di diri manusia secara penuh ingin digunakan, di
gunakan sebagai senjata untuk bertahan hidup. Hidup ini hanya bertahan,
bertahan dari semua sifat yang di bawa ketika lahir, bertahan dari nama yang di
berikan oleh kedua orang tua, bertahan atas apa yang diberikan oleh guru, teman
dan orang lain, bertahan dengan semua yang dimiliki, bertahan untuk maju dengan
apa yang dipunyai. Bertahan dari sifat, pendirian hasil dari perkenalan dunia
ini, bertahan dari kekurangan, bertahan dari apa yang telah di buat di
kehidupan ini, bertahan dari semua pembelajaran Allah mengenai kehidupan ini,
bertahan dalam diri sendiri, bertahan dan terus mempertahankan hidupnya sebagai
manusia.
Sifat nyata : Qidam :
Terdahulu
Sifat
mustahil : Huduts : Baru
Terdahulu, sifat mustahilnya adalah
baru. Setiap yang terdahulu, lebih tua, lebih lama, tentunya akan lebih memiliki
ilmu, pengetahuan dan pengalaman. Pastinya akan mengetahui lebih banyak
mengenai situasi, kondisi, pra keadaan, dan keadaan terkini yang sedang
terjadi. Yang lebih tahu, pasti akan dapat menyelesaikan masalah dengan lebih
cepat, akurat, dan terpercaya. Yang terdahulu tentu saja akan menghadapi semua
persoalan hidup dengan lebih percaya diri dan lebih tenang.
Berbeda dengan yang baru, dan yang
baru tentu saja merupakan bagian dari manusia, yang baru itu seperti baru
terlahir, baru terbuat, baru berjalan dan baru dilaksanakan. Baru dapat berarti
memulai segala sesuatu dari awal dari kondisi nol, baru bermakna mengetahui
segala sesuatunya dari hasil pemberian, bukan dengan sendirinya. Baru yaitu
belajar dari apa yang telah terbuat, terjadi, dan dilaksanakan, dan hal yang
baru adalah hal yang selalu diinginkan oleh manusia, manusia dengan
sifat-sifatnya akan selalu tertarik dengan hal yang baru, bukan dengan hal yang
terdahulu.
Senjata orang beriman, senjata
terdahulu, senjata yang sejak dahulu, sejak lama digunakan oleh manusia untuk
bertahan hidup, dikenal semenjak manusia pertama, sampai dengan manusia yang
baru terlahir sekarang ini, adalah do’a. Berdoa merupakan tindakan mendekatkan
diri kepada Allah Yang Maha Besar. Ada, dan secara dahulu do’a merupakan pemusnah
sifat egoisme, yang bernilai kesombongan, keangkuhan, dan rasa ingin menang
sendiri, karena merasa segala sesuatu yang dimilikinya, di temukan, di buat dan
di dapat oleh sendiri. Tidak menganggap adanya campur tangan Allah, sebagai Zat
yang Maha Mengatur. Semua keberhasilan selalu diidentikan dengan kecerdasan
normalitas semata, bagian subtansial dari apa yang dimilikinya. Di sinilah
terdapat celah tipuan setan yang menginginkan kita melupakan nilai-nilai
Ketuhanan. Dengan berdo’a manusia diberikan pengajaran tentang satu hal, bahwa
sebagai mahluk ciptaan Allah, kita memiliki sangat banyak sifat kekurangan dan
kelemahan, tampa bantuan Sang Pencipta, kita tidak akan mengerti dan memahami
setiap kejadian yang terjadi di dunia, di muka bumi ini, sekarang ini.
Apabila wujud manusia itu ada, dan
wujud badan tersebut sebagai senjata untuk bertahan hidup di dunia ini, maka
wujud badan manusia sejak dahulu bersenjatakan do’a. Sejak manusia pertama
terlahir, Nabi Adam menggunakan do’a sebagai senjata untuk bertahan hidupnya,
untuk bertahan dari godaan setan yang terkutuk, untuk bertahan ketika ia
diturunkan dari surga ke dunia ini, untuk bertahan sampai Allah memaafkan, dan
mengangkat kembali derajatnya.
Manusia terkini, manusia sekarang ini, ingin senjata baru dalam hidupnya, mendalami waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan senjata hidup yang baru, dan manusia selalu ingin sesuatu yang baru. Semua hal baru, semua hal yang ditemukan, dibuat, dan didapat, alangkah baiknya apabila terus mengingat yang terdahulu, senjata terdahulu untuk bertahan hidup, yaitu do’a. Maka berdoalah sebelum mengerjakan segala sesuatunya, segala hal yang baru, dan perbaharuilah cara mu berdo’a.
Manusia terkini, manusia sekarang ini, ingin senjata baru dalam hidupnya, mendalami waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan senjata hidup yang baru, dan manusia selalu ingin sesuatu yang baru. Semua hal baru, semua hal yang ditemukan, dibuat, dan didapat, alangkah baiknya apabila terus mengingat yang terdahulu, senjata terdahulu untuk bertahan hidup, yaitu do’a. Maka berdoalah sebelum mengerjakan segala sesuatunya, segala hal yang baru, dan perbaharuilah cara mu berdo’a.
Sifat nyata : Baqa : Kekal
Sifat
mustahil : Fana : Berubah-ubah (akan binasa)
Kebinasaan teman karib manusia, yang
dulu memerintah akan di perintah, semua kebesaran manusia akan binasa. Manusia
senantiasa cenderung untuk merubah pilihan hidup untuk mencari, dan
mengumpulkan hal yang mendukung kebesarannya, berubah-ubah merupakan sikap
hidup manusia, di gunakan untuk dapat menempatkan, menyesuaikan diri, untuk
dapat bertahan hidup. Merubah do’a, pekerjaan, teman, dan semua kebutuhan
hidup, untuk mendapatkan perasaan yang lebih baik lagi.
Kekekalan dari Illahi yang di
anugrahkan kepada manusia adalah keimanan, pelaksanaan dari sebuah keimanan
seseorang kepada Allah, ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai
hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut
sebagai akhlak mahmudah. Akhlak terpuji antara lain, bersikap jujur,
bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah, dan masih banyak
lagi. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak Rosul, maka ia menjawab bahwa
akhlak Rosul adalah Al-quran. Artinya Rosul merupakan manusia yang
menggambarkan akhlak seperti yang tertera di dalam Al-quran.
Senjata yang kekal dari seorang
muslim adalah keimanan, Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman
kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rosul-Rosul Allah, iman kepada hari
akhir, iman kepada qada dan qadar yaitu takdir baik dan buruk. Jiwa raga ini
diciptakan untuk bertahan di kehidupan dunia, dari dahulu bersenjatakan do’a,
manusia berdo’a kepada Allah karena mengimani Allah. Do’a seorang muslim akan
kekal abadi, apabila berlandaskan kepada rukun iman. Allah, Malaikat,
Kitab,Rosul, hari akhir, takdir, adalah ketetapan Allah yang tidak akan berubah,
sifatnya kekal abadi.
Apabila berubah-ubah adalah sifat
manusia, ada baiknya kita merubah sikap keimanan kita, merubah persenjataan
hidup kita, yang awalnya suka bohong menjadi bersenjatakan ke jujuran, yang
sama sekali tidak perduli menjadi suka bertanggungjawab, yang sering sekali
berkhianat menjadi amanah, yang didalam hatinya jahat menjadi baik hati, yang
mulanya sering meninggikan diri menjadi tawadhu, yang sering merasa putus asa
menjadi istiqomah, yang malas menjadi rajin, yang minder menjadi lebih percaya
diri, yang semula awalnya tidak yakin menjadi yakin, yang dimulai dari tidak
percaya menjadi terpercaya, yang hatinya keras menjadi seorang yang pemaaf,
rubahlah semua yang kita miliki menjadi hal yang kekal, dengan mengembalikan
semua milik kita hanya kepada Allah Yang Maha Kekal.
Sifat nyata : Mukhalafatuhu
lilhawadis : Berbeda dengan makhluk-Nya
Sifat
mustahil : Mumathalatuhu
lilhawadith : Sama dengan makhluk-Nya
Semua sifat, sikap, bentuk, karakter
dan integritas pencipta pasti berbeda dengan hasil ciptaan, semua yang
diciptakan Allah, berbeda dengan diri-Nya, yang diciptakan manusia berbeda
dengan manusia itu sendiri. 1 unit computer, sebagai server senjata perang
hasil ciptaan manusia berbeda dengan manusianya. Perbedaan tersebut menunjukkan
siapa pencipta, dan apa hasil ciptaannya. Perbedaan itu tentu saja menunjukkan
sebuah integritas, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan
kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan
kewibawaan dan kejujuran. Sedangkan hasil ciptaan seperti computer tentu tidak
mempunyai kewibawaan serta kejujuran, tidak berwibawa, karena tidak dapat
bekerja dengan sendirinya, sedangkan semua kejujuran yang ada merupakan sebuah
program yang tertanam untuk dijalankan.
Integritas dapat bermakna suatu
konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.
Nilai dan prinsip ini tentunya tidak terlepas dari yang namanya kebenaran.
Karena kebenaran, orang yang memiliki integritas pasti akan menjadi orang yang
jujur dan menyukai keadilan. Pada akhirnya Integritas ini dibutuhkan oleh siapa
saja, tidak hanya pencipta namun juga yang diciptakan. Nilai dan prinsip
kebenaran akan tertanam apabila pencipta, menanamkannya pada hasil ciptaan,
nilai kebenaran ini dapat terletak pada cara pelaksaan, dan keadaan akhir
berupa kegunaan dari sebuah hasil ciptaan, sedangkan prinsip merupakan pedoman
system kerja dari sebuah hasil ciptaan.
Manusia diciptakan dengan penuh
kemuliaan. Jika perbedaan ada disisi manusia, itu berarti perbedaan juga
merupakan bagian dari paket kemuliaan itu. Perbedaan merupakan perjalanan
kehidupan manusia menuju sebuah kemuliaan. Allah menciptakan jutaan manusia,
perbedaan adalah pilihan untuk memilih seorang manusia yang kita sukai. Jika
Allah tidak menciptakan perbedaan, maka kita tak akan pernah belajar sesuatu.
Dan jika kita membenci perbedaan, maka kita sejatinya membenci seluruh manusia,
karena semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama bahkan anak kembar
sekalipun. Karena sejatinya tidak ada yang merugikan dari sebuah perbedaan,
yang ada hanyalah keuntungan yang bisa kita petik, jika kita mau merenunginya. Maka
perbedaan merupakan sebuah senjata
Sifat Nyata : Qiyamuhu binafsih :
Berdiri sendiri
Sifat
mustahil : Qiamuhu bighairih : berdirinya dengan yang lain
Sederhananya apabila kita melihat senjata berupa sebilah
pisau, maka besi akan membutuhkan kayu atau plastik sebagai gagang atau
pegangannya, dengan kata lain berdirinya dengan yang lain. Hanya Allah yang
tidak membutuhkan siapa-siapa, dan kita butuh dengan NYA. Seorang anak yang
baru terlahir, berdirinya karena adanya hubungan ibu dan bapaknya. Sedangkan
Allah berdiri dengan sendirinya, tidak beranak dan tidak di peranakkan.
Berdiri dengan sendirinya dapat bermakna mandiri, tidak
butuh bantuan, dukungan, dan pertolongan. Dalam permainan perang, seorang yang
basenya sudah besar, tetap akan membutuhkan bantuan orang lain, karena itu
adalah kodrat dari seorang manusia, selalu berdiri dengan yang lain. Perusahaan
provider game tentu akan berdiri dengan para penggunanya. Seorang player, tentu
akan berdiri dengan player lainnya, sebagai manusia, taqdir kita berdiri dan
bersama dengan yang lain, maka dari kebersamaan itu akan muncul persatuan dan
perpecahan, peperangan dan perdamaian.
Persatuan akan menguatkan, menyambungkan silahturahmi untuk
saling berkomunikasi, sebagai tempat untuk menyampaikan, ide, gagasan, dan
memberikan kritik yang membangun, sekaligus sebagai tempat untuk membagikan
beban tugas atau pekerjaan. Tugas seorang player perang, menyambungkan
silahturahmi perintah, saling berkomunikasi demi mendapatkan kabar, kekalahan
atau kemenangan perang. Menyampaikan ide, untuk bertahan dan menyerang, menyatukan
semua yang di dapat dari peperangan, baik itu saat bertahan dan menyerang,
gagasan untuk membangun kekuatan baru dari sebuah senjata, serta dapat memberikan
kritik yang membangun, sejak mulai penelitian, hingga hasil akhir dari sebuah
kekuatan unit persenjataan. Kekuatan maksimal yang optimal dari sebuah base,
akan terlihat apabila beban tugas atau pekerjaan dapat terselesaikan dengan
baik, visi dan misinya sesuai target dan lokasi.
Perpecahan akan melemahkan, memperlihatkan keterbatasan,
kekurangan, dan ketidakberadaan. Perpecahan dapat mengakibatkan berkurangnya
dukungan, tidak berjalannya aspirasi perintah, dan tidak terbentuknya motivasi
yang membangun. Perpecahan dapat mengakibatkan putusnya semangat juang, dan
tentu saja perpecahan memperkecil jumlah pengorbanan yang sebelumnya telah di
perhitungkan. Player perang yang terpecah dari persatuan, akan lemah, ia akan
memperlihatkan keterbatasannya, bahwa ia hanya sebatas seorang pemain biasa.
Kekurangan akan di katakan dan ketidakberadaan akan di tunjukkan. Perpecahan tentu tergambar dari kurangnya
dukungan karena tidak berjalannya aspirasi perintah yang di kehendaki, sehingga
motivasi untuk memperbesar kekuatan persenjataan tidak akan berhasil terbangun.
Perpecahan memutuskan semangat juang untuk mempertinggi kedudukan dan posisi,
dan tentu saja pada akhirnya memperkecil bahkan menghilangkan pengorbanan yang
di butuhkan sebagai biaya peperangan. Sebagai manusia yang selalu, dan akan
tetap berdiri dengan manusia lain, seorang player perang harus dapat bersikap
adil, karena keadilan sebuah penyerangan sama dengan kehancuran total semua
struktur bangunan dari sebuah base yang di serang.
Sifat nyata :Wahdaniyat : Esa
(satu)
Sifat
mustahil : Ta’addud : Lebih dari satu (berbilang)
Allah
berkuasa menciptakan segala sesuatu, namun-Ia tidak menjadikan mahluk, ada yang
setara dengan-Nya, karena Dia mengetahui pasti, mahluk tersebut akan
berkhianat, ingin berkuasa secara Esa, satu, tunggal, sendiri. Benar, sungguh
manis rasanya kekuasaan yang tidak terbagi, terlebih apabila kekuasaan itu
abadi.
Maka
Allah ciptakan semua mahluknya dengan berbilang, lebih dari satu. Namun semua
mahluk tersebut berbeda, tidak ada satu pun yang sama persis, perbedaan itulah
bentuk keesaan dari mahluk. Dapatkah kita mengetahui perbedaan tersebut,
keesaan yang kita miliki, kemudian kita gunakan keesaan tersebut sebagai
senjata untuk merebut, mengumpulkan kekuasaan dan berkuasa mutlak di atasnya. Mereka
yang hidup, dan meraih sukses karena mereka dapat mengembangkan dan memperbesar
keesaan yang di milikinya. Misalkan saja, seorang jenderal, dengan keesaan
dapat menaklukkan wilayah-wilayah yang besar, maka ia akan terus menaklukkan
wilayah-wilayah tersebut hingga wilayah tersebut habis di kuasainya. Sedangkan
wilayah yang kecil, wilayah yang keras, akan ia tinggalkan untuk di taklukan
oleh jenderal lain. Ia memilih bersikap adil, dengan berbagi daripada
mendahulukan rasa egoisme yang ada pada dirinya, semua demi kesuksesan, bukan
untuk kegagalan.
Dunia
terkini, penuh dengan informasi, sehingga komunikasi bisa dilakukan dengan
ilustrasi sebuah film, komunikasi antara pemerintah dengan swasta, rakyat, atau
swasta dengan pemerintah, rakyat, dan rakyat dengan swasta, pemerintah dll.
Komunikasi/ film-film tersebut akan selalu menunjukkan menonjolnya seorang pemain,
selalu menunjukkan bakat dan keahlian tersendiri, sebagai perbedaan, sebagai
keesaan, akan selalu menunjukkan persaingan, perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi
yang nomor satu, menjadi esa, menjadi seorang pemenang dengan happy ending yang
membahagiakan.
Dapatkah
kita mengetahui keesaan/ perbedaan antara kita dengan orang lain, dan
menjadikannya sebagai senjata yang kuat untuk melangsungkan hidup, dan bertahan
hidup. Dapatkah perbedaan tersebut kita kembangkan menjadi besar, tampa membawa
kerugian. Dan dapatkah perbedaan tersebut terus kita besarkan untuk sebuah
maksud, dan tujuan positif yang baik. Setiap perbedaan sejatinya membawa
hikmah, berisi peringatan, untuk mereka yang menjadikan perbedaan tersebut
sebuah akar dari masalah, sebuah asal usul dari peperangan, sebuah senjata yang
mematikan.
Perbedaan
merupakan sebuah ketentuan alam, evolusi selama miliaran tahun, revolusi yang
terus di perjuangkan, yang membutuhkan pengorbanan secara terus-menerus, karena
dari tindakan itu, akan timbul sebuah sari pati yaitu sebuah keesaan, menjadi
terbaik, dari yang terbaik. Menjadikan manusia yang menggali perbedaan/ keesaan
tersebut menjadi sebuah potensi diri, memperdalamnya, kemudian menjadikannya
sebuah senjata untuk bertahan di kehidupan ini,
demi mendapatkan kesuksesan dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Sifat nyata : Qudrat : Kuasa
Sifat
mustahil : Ajzun : Lemah
Semua
yang di ciptakan Allah mempunyai kuasa dan kekuasaan, bakteri merugikan yang
hidup di dalam tubuh manusia, menandakan bahwa bakteri tersebut hidup, kemudian
berkembang biak, membesarkan kelompoknya, bersenjatakan kelompoknya menginginkan
lahan untuk berkuasa secara mutlak, kearah yang lebih besar lagi. Maka dengan
bersenjatakan kekuasaan yang lebih besar, mereka menuju kekuasan akhir, dan
apabila telah mendekati akhir dari kekuasaannya, maka meninggallah manusia
tersebut.
Kekuasaan
berawal, akan kita kumpulkan, ketika kita merasa membutuhkan sesuatu untuk
keperluan, dan bertahan hidup. Urusan tersebut kita usahakan dengan sendiri,
atau dengan kelompok, semakin besar urusan, maka semakin besar kelompok yang di
gunakan. Urusan semakin besar, maka kekuasaan, resiko dan hasil akan semakin
besar terlihat, dan pengerjaannya akan terasa semakin berat. Sungguh Allah yang
Maha Kuasa telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
Setiap
kekuasaan ada batas waktunya, ada urusan dan ketentuan untuk mendapatkannya.
Yang menjadi jawaban dari setiap pertanyaan tentang kekuasaan adalah ?.
Bagaimana dia berkuasa, dan menjalani kekuasaan hingga batas waktunya.
Hendaknya orang yang mempunyai keluasan kekuasaan memberikan kuasa menurut
kemampuannya, dan orang yang terbatas kekuasaannya, hendaknya memberikan kuasa
dari kekuasaan yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan
memberikan kelapangan setelah kesempitan, kekuasaan setelah kelemahan. Maka ada
baiknya kekuasaan tersebut di jalani walau menemui kesempitan, kelemahan,
karena percaya dan yakin akan menemukan kelapangan, dan kekuasaan.
Dan
apabila kekuasaan di jadikan senjata, digunakan untuk melanggar perintah dari
berbuat baik dan benar, melanggar semua perjanjian yang telah di setujui, melanggar
semua kesepakatan yang telah di tanda tangani, melanggar ketentuan waktu dari
waktu yang telah di jadwalkan, maka pelanggar akan mendapatkan perhitungan
hukuman yang ketat, dan berat. Dan mereka akan di hukum dengan hukuman yang
mengerikan. Hukuman yang akan di saksikan, sebagai media pertanggungjawaban.
Kuasa,
berkuasa, dan kekuasaan, akan terus menjadi materi yang dibutuhkan, di cari, di
kumpulkan, dan di satukan oleh semua mahluk hidup. Kekuasaan di bumi, berkuasa
di dunia, kuasa dari keduanya, merupakan hasil pemberian, yang tentunya
mempunyai resiko. Mereka yang bertahan, dan mempunyai nilai baik, dalam
menjalankan kekuasaannya, karena mereka menjalankan perintah, dan menerima
resiko, yaitu selalu belajar untuk menambah ilmu dan pengetahuannya.
Sifat nyata : Iradat :
Berkehendak (berkemauan)
Sifat
mustahil : Karahah : Tidak berkemauan (terpaksa)
Dunia
dengan berbagai macam isinya, semuanya ada sesuai dengan apa yang telah di
janjikan, semuanya telah di saksikan dan kita saksikan sendiri kebenarannya.
Awalnya ada karena sebuah kehendak, kemauan tersebut kemudian membesar menjadi
sebuah ide, gagasan, yang pada akhirnya mempunyai maksud dan tujuan yang
tertulis dengan jelas. Bumi di ciptakan dengan kehendak sebagai tempat hidup
semua mahluk ciptaan, dengan ide untuk beribadah, di atur dengan perintah, dan hukum-hukum
yang tertulis dengan jelas, pada akhirnya yang terlihat adalah sebuah system pemerintahan,
yaitu pemerintahan Allah.
Semua
yang telah terorganisir dengan tepat, teratur, dan berjalan sesuai dengan apa
yang dikehendaki dapat di sebut sebagai sebuah system. Mekanisme dalam tubuh
manusia bekerja secara sistematis, berjalan sesuai dengan apa yang di
perintahkan dan apa yang di kehendaki kepada masing-masing organ tubuh.
Walaupun salah satu organ tubuh tersebut terganggu, dalam kondisi rusak atau
sakit, perintah atau kehendak tersebut tetaplah berjalan, artinya perintah,
atau kehendak yang masuk, harus tetap berhasil di kerjakan, tampa kecuali.
Perintah shalat 5 waktu, harus tetap di kerjakan, walaupun dalam kondisi sakit.
Sungguh
mereka yang bersenjatakan kehendak, orang-orang yang mendatangkan cobaan berupa
bencana, membunuh, menyiksa demi kepentingan pribadi, untuk kesenangan sesaat,
demi keberlangsungan kelompok dan golongannya, untuk berkuasa sesaat. Sedangkan
kehendak mereka adalah terus melakukan kejahatan, tampa adanya kehendak untuk
berbuat baik, maka hukuman berat akan mereka dapatkan.
Mereka
yang bersenjatakan kehendak untuk mengerjakan kebajikan, kebajikan untuk sesama,
kebajikan yang di kerjakan dari hari ini, hingga hari esok nanti, kebajikan
yang dapat di gunakan untuk kepentingan nusa, bangsa dan agama, kebajikan yang
pada akhirnya menjadi warisan yang akan di wariskan kepada anak cucu mereka,
mereka itulah yang akan mendapatkan kemenangan yang agung.
Sebuah kehendak
yang di mulai, dapat menjadi awal penciptaan, apabila Allah berkehendak apapun
di dunia ini dapat tercipta, terjadi dengan melalui proses yang panjang, proses
yang diinginkan dengan perjuangan untuk mendapatkannnya, pengorbanan untuk
memerdekakannya. Sedangkan apabila ingin di matikan, hanya sekejap mata, hal
tersebut dapat terjadi. Kemudian apabila Allah menghidupkannya kembali, maka
hal tersebut tidak lebih hanya untuk menunjukkan kuasa dan kemampuan untuk
berbuat apa saja yang di kehendakinya, itulah tanda-tanda kebesaran Allah.
Sifat nyata : Ilmu :
Mengetahui
Sifat
mustahil : Jahlun : Bodoh
Logikanya
apabila kita berkehendak ingin berkuasa untuk segala sesuatunya, tentu kita
harus mengetahui dengan pasti apa yang akan kita kuasai. Semua langkah yang
benar atau salah, kecil atau besar, sadar atau tidak sadar, nyata atau tidak
nyata, semuanya senantiasa kita dedikasikan guna mencapai tujuan, yang ingin
kita capai. Semuanya berawal ketika kita diberikan pengetahuan untuk mengetahui,
dan karena sifat penasaran yang dimiliki manusia, maka kita berencana untuk
mengetahui lebih dalam, lebih banyak, lebih akurat, dan lebih terperinci lagi,
sehingga semua itu dapat di hitung, kemudian di beri nilai guna, dan pastinya
setiap manusia yang telah mengetahuinya, akan mencoba mendapatkan, memilikinya dengan
membelinya, itulah kehidupan, begitulah ia berjalan, dan semua itu, kita
rasakan sekarang.
Apabila
pengetahuan dari mengetahui sesuatu hal tersebut di jadikan senjata untuk
bertahan, dan meneruskan kehidupan, maka semua tujuan dapat diraih. Sayangnya
untuk mengetahui sesuatu tersebut, kita membutuhkan perjuangan, dan pengorbanan
untuk menukarnya. Sedangkan manusia diberikan keterbatasan kekuatan untuk
berjuang, keterbatasan kemampuan untuk berkorban. Manusia ada yang kuat, ada
yang lemah, ada yang pintar dan ada yang bodoh.
Karena mengetahui
pengetahuan dan ilmu suatu hal, maka kita sendiri dapat mengetahui pasti apa
yang kita kerjakan, dapat memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Manusia hanya punya rencana, sedangkan Allah mengetahui untuk mengkehendakinya.
Jika kita
mengetahui apa saja yang akan turun dari langit, mengetahui apa saja yang akan
keluar dari dalam bumi, tentu keuntungan dari keduanya saja yang akan kita
ambil, sedangkan semua kerugiannya akan kita timpahkan kepada orang lain. Hidup
akan terasa tidak adil, dan ketidakteraturan akan menghancurkan. Jika kita
mengetahui apa yang di rahasiakan, maka rasa aman tidak dapat di rasakan. Jika
kita mengetahui apa yang akan di nyatakan, maka kita akan ambil pernyataan
penting saja, pertemuan akan terasa datar, tampa canda, tawa, serius. Dan jika
kita mengetahui segala isi hati, maka propaganda, dan seruan, tidak akan ada.
Bila kita
mengetahui ini dan itu, maka fungsi orang lain akan berkurang, karena semua
dapat kita kerjakan sendiri. Manusia lazimnya di ciptakan sebagai mahluk
social, butuh, dan saling bergantung kepada sesamanya. Tidak ada seorangpun
manusia yang mampu untuk hidup sendiri, hal terkecil seperti berdoa saja,
manusia membutuhkan seorang pelantara, agar doa tersebut dapat terkabulkan. Hal
gaib di sekitar kita yang tidak kita ketahui, memaksa kita untuk selalu
bertanya dan mencari jawaban. Sedangkan yang nyata di depan mata kita merupakan
sesuatu yang dapat kita ketahui, karena rasa penasaran maka hal tersebut ingin
lebih kita mengerti, kita pahami, dan kita pelajari lebih, dan lebih dalam
lagi.
Apabila
kita dapat mengetahui sesuatu hal, dengan akurat, secara detail terperinci,
artinya kita telah temukan titik akhir pencarian, semua kerja keras yang kita
curahkan akan terhenti. Semua upaya pertemuan untuk menganalisa, mengkaji lebih
dalam lagi akan terakhiri, dan semua yang terhenti adalah suatu akhir, dan
segala sesuatunya pasti akan berakhir.
Sifat nyata : Hayat : Hidup
Sifat
mustahil : Al Maut : Mati
Maha Suci Allah yang telah menghidupkan kita semua, memberikan kehidupan kepada kita sebagai tanda kebesaran kepada semua mahluk hidup dan seluruh alam. Hidup merupakan ukuran-ukuran yang tepat, di perkenalkan kepada semua mahluk untuk di rasakan dan di jalani di seluruh alam. Hidup yang sangat singkat ini merupakan suatu runtutan kejadian yang berulang, bersambung sedemikian rupa, sehingga hidup menjadi sesuatu yang dapat di rasakan, di ingat dan di laksanakan.
Hidup di jadikan sebagai senjata,
menjadikan semua yang bergerak dapat di gunakan untuk mendapatkan sesuatu,
misalkan tangan di gunakan untuk mendapatkan uang, kaki di gunakan untuk
mendapatkan kendaraan atau alat transportasi, semakin kuat tangan menggemgam,
maka semakin besar kuasa yang di dapatkan, semakin jauh kaki melangkah, maka
semakin besar kekuasaan yang di dapat, begitulah dunia di buat, selalu ingin di
perkenalkan, selalu ingin di ketahui, itu semua kodrat dan naluri seluruh alam.
Semua pasti ingin membesar,
seorang bayi akan tumbuh membesar, satu keluarga kecil, akan terus di usahakan
untuk membesar, sehingga sampai anggota keluarganya tersebar di mana-mana.
Pengaruh kedua orang tuanya akan terdengar di bawa oleh keberadaan
anak-anaknya, pada akhirnya keberadaan keluarganya terdengar dan terlihat oleh
banyak orang, manfaat dan kegunaan anggota keluarganya dapat di rasakan oleh
orang banyak, karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang paling banyak
manfaat dan kegunaannya untuk orang banyak.
Hidup di hari-hari akhir dirasakan
semua yang ada di bumi, semua yang hidup di seluruh alam, di tumpahkan untuk
seluruh mahluk yang hidup, terbukti dengan semakin dekatnya jarak, semakin
cepatnya kabar berita terdengar. Dahulu apabila umat muslim ingin pergi ke
tanah suci membutuhkan waktu berbulan-bulan perjalanan, kabar berita yang
sampai juga membutuhkan waktu berbulan-bulan perjalanan dari sang pembawa
berita. Sekarang dengan menggunakan pesawat, jarak tanah suci hanya di capai
dalam hitungan jam, berita yang terdengar hanya dalam hitungan menit, sungguh
dunia telah berubah, bumi semakin kuat, semakin dewasa dalam mencukupi
kebutuhan mahluk yang hidup di atasnya.
Hidup ini pada akhirnya terasa
seperti menghitung hari akhir, hari-hari di panggilnya kita oleh Sang Maha
Hidup semakin cepat mendekat. Pertanggungjawaban atas semua yang telah di
percayakan kepada kita, seperti ilmu, harta, dan keluarga akan di hitung oleh
yang Maha Hidup. Sebagai catatan, ukuran, dan standar dari kita untuk di
gunakan sebagai kelanjutan hidup di alam akhirat.
Sifat nyata : Sama :
Mendengar
Sifat
mustahil : Sami : Tuli
Mendengarlah, karena mendengar
mengandung hikmah. Sesungguhnya setelah bayi terlahir, orang tuanya akan
memperhatikannya apabila telah mendengar kabar darinya. Untuk mereka yang mampu
mendengar, hidup berjalan setelah mendengar, umat muslim akan mengerjakan
shalat setelah mendengar azan. Untuk
mereka yang tidak mampu mendengar hidup berjalan setelah melihat, meraba dan
merasakan.
Mendengar di jadikan sebagai
senjata, maka penyerangan akan terjadi apabila kita telah mendengar hal yang
membahayakan, hal yang akan atau telah menghancurkan. Umumnya setelah mendengar kita akan melihat,
setelah mendengar ada anggota keluarga yang jatuh sakit, maka kita akan
menjenguk dengan melihatnya. Setelah mendengar, membaca, ada base teman yang
hancur, maka kita akan melihat kebenarannya.
Jauh terasa suara itu terdengar
namun tetap terdengar dan dapat di mengerti, jauh kita mendengar ada teman kita
yang butuh pertolongan kita, namun kita diam saja, maka apabila kita butuh
pertolongan maka mereka yang dapat membantu kita, akan mengambil sikap yang
kita ambil, yaitu berdiam diri. Dunia ini tidak lebih seperti ladang yang luas,
apabila kita menanam maka kita akan menuai. Tanamlah hal yang baik, maka ketika
kita menuai akan terasa kebahagiannya. Bila hal jahat yang kita tanam, maka
ketika kita menuai akan terasa sesal dan sakitnya.
Mendengar kabar berita yang baik
akan membuat kita bahagia, mendengar hal yang buruk akan membuat kita bersedih,
kenapa dalam azan, kita mendengar kebesaran Allah, pengaruh rasulullah, ajakan
shalat yang ringan, sebentar, yang menghasilkan kebahagiaan. Jawabnya karena
manusia yang kecil, jangan sampai berkecil hati menghadapi kehidupan,
persaingan hidup yang serba berat, susah, dan sulit, karena pertolongan Allah
itu dekat, dan cepat. Dan ingatlah siapa pembawa risalah tersebut, yang selalu
bekerjakeras untuk kebahagiaan umatnya, maka bersyukurlah kepada keduaNya. Maka
berbicaralah hal yang baik, untuk mendengar hal baik yang membahagiakan.
Yang terpanjang dari hidup adalah
mendengar, ibadah dan doa merupakan pembicaraan untuk di dengar, setelah tidak
melihat seseorang, maka yang terdengar darinya hanya kabar beritanya. Yang
terdekat dengan manusia modern adalah handphone, alat untuk mendengarkan kabar
berita. Kita membuat janji bertemu seseorang dengan handphone, setelah
mendengar, maka kita akan melihat. Kita ikuti apa yang telah di dengarkan,
bersabarlah hingga kita mendengar keputusan yang baik.
Sifat nyata : Basar :
Melihat
Sifat
mustahil : Al-Umyu : Buta
Anugerah hidup yang terindah adalah mata, alat untuk melihat,
mengetahui segala perkara kehidupan, semua keindahan alam, panorama dunia,
warna warni kehidupan, alat-alat perlengkapan kehidupan buatan manusia dapat di lihat dengan menggunakan mata.
Karunia terindah sebagai alat untuk menunjukkan jalan agar manusia tidak salah
jalan, agar manusia dapat mempelajari dunia dengan semua ilmu pengetahuan di dalammnya,
dan menggunakannya untuk kebaikan dan kebahagiaan.
Melihat sebagai senjata, semua serangan yang terjadi kebanyakan karena
pengelihatan, umumnya seorang mata-mata di tugaskan untuk menyelidiki medan
perang, masuk ke daerah pertahanan, hingga sampai ke jantung pertahanan, untuk
melihat kekuatan dan kelemahan musuh. Semua data yang di dapat berdasarkan apa
yang di lihat, ketika data tersebut masuk, maka perintah penyerangan akan
keluar, semua itu di lakukan untuk efektif dan efesiennya serangan, sebab biaya
sebuah peperangan sangat mahal. Dapat di katakana kemenangan berada di tangan
seorang informan atau mata-mata, apabila seorang mata-mata cepat, akurat, handal,
professional dan bertangungjawab pada tugas, maka peperangan dapat di
menangkan.
Dengan melihat maka kita dapat mengetahui berbagai macam kebesaran di
dunia, ada kebesaran yang sekali-sekali tiada akan mencapainya. Bila kita lihat
maka penciptaan langit dan bumi lebih besar dari pada penciptaan manusia.
Melihat merupakan sebuah tindakan untuk memperkuat sebuah bukti, biasanya
setiap tindak kejahatan yang hanya terdengar di anggap kurang cukup bukti,
tetapi apabila tindak kejahatan tersebut dapat terlihat, maka bukti akan di
anggap kuat. Dapat di katakan melihat lebih kuat dari mendengar.
Melihat menjadikan kita dapat memahami, sedangkan mendengar menjadikan
kita mengerti. Faham dapat berarti mampu untuk mengemukakan sebuah dalil,
bukti, dan menjelaskan masalah, sedangkan mengerti hanya sebatas mengetahui apa
saja tindakan-tindakan yang di perlukan untuk mengatasi masalah. Melihat secara
keseluruhan, berbeda dengan melihat secara terbagi, secara keseluruhan dapat
berarti sebuah analisa dan kesimpulan dari sebuah permasalahan, sedangkan
melihat dengan terbagi lebih khusus dan spesifik kepada ragam dan jenis
permasalahan.
Melihat dengan sudut pandang akan menghasilkan penjelasan-penjelasan
yang berbeda, bila kita melihat dengan sudut pandang dunia yang abadi, maka
kita akan lupa bahwa dunia ini akan kita tinggalkan, dunia akan terasa tidak
berputar, kekuasaan akan terus di miliki oleh mereka yang telah berkuasa dengan
mewariskannya. Yang kaya akan tetap kaya, yang pintar akan semakin pintar, yang
memerintah akan terus memerintah, dan yang besar akan semakin tumbuh membesar.
Sedangkan apabila kita melihat dunia dengan sudut pandang dunia yang
akan berakhir, maka kita akan ingat, bahwa dunia ini akan kita tinggalkan,
dunia akan terasa berputar dengan penuh keadilan, yang menanam akan menuai,
tidak aka nada yang merasa di rugikan. Kekuasaan akan bergulir untuk siapa saja
yang mengusahakannya, karena yang berkuasa akan meninggal, kemudian dig anti
oleh mereka yang di nilai mampu. Yang kaya akan miskin, sebab ketika kita
meninggal kita tidak membawa harta benda dari dunia. Yang pintar akan merasa tertinggal
oleh deru langkah kemajuan jaman, yang
memerintah akan di perintah, ketika meninggal nama besar seseorang akan
terlupakan, dan terlihat kecil.
Sifat nyata : Kalam : Berbicara
Sifat
mustahil : Al-Bukmu : Bisu
Hai sekalian, berbicaralah, berdoalah kepada Tuhan-mu yang telah
menciptakan kamu dari seorang diri. Berbicara, bersilahturahmi akan mendekatkan
diri, dengan berbicara manusia berinteraksi dengan manusia lainnya, berbicara
dapat melengkapi kekurangan hidup, berbicara menjadikan yang jauh jadi dekat,
dengan berbicara semua kebutuhan hidup di dapat. Berbicara merupakan hal
pamungkas, sebab hanya nabi Musa yang telah berbicara langsung dengan Allah.
Berbicara sebagai senjata, doa merupakan perwujudan kita berbicara
dengan Allah, mengungkapkan semua isi hati, pemikiran, meminta di cukupinya
semua kebutuhan, doa adalah senjata umat muslim menghadapi kehidupan yang penuh
persaingan ini. Berbicara tentang
kekerasan, kehancuran, kedhaliman, kelaliman, kedoifan, aniyaya akan membuat
yang mendengar angkat senjata, maka berbicara jujurlah atas apa yang terjadi,
sebab fitnah akan menjadi boomerang yang menghantam diri sendiri.
Dengan kita berbicara akan mengungkap banyak rahasia, ilmu pengetahuan
akan di dapat, tehnologi akan terbuat, kemajuan akan di raih. Berbicara membuat
yang tidak tahu menjadi mengetahui, yang tidak ada menjadi ada. 24 jam, Allah
yang tidak tidur, akan mendengar kita, ketika kita berbicara. Berbicara akan membuat hati tenang, katakan
yang perlu untuk di ketahui, karena dengan begitu teman bicara dapat mengetahui
dengan pasti maksud dan tujuan kita. Berbicara merupakan adab orang hidup,
norma kesopanan, etika dan kaidah hidup, tata karma pergaulan, maka
berbicaralah dahulu sebelum bertindak.
Dengan berbicara yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan,
yang menolak pada akhirnya menjadi menerima, berbicara menjadikan suatu sebab
yang tidak mungkin menjadi mungkin, dengan keberanian berbicara hal yang biasa
menjadi luar biasa, hal yang telah di lupakan menjadi hal yang kembali di
ingat. Berbicara memungkinkan suatu kesalahan dapat menjadi sebuah kebenaran,
kebencian menjadi hal yang di maafkan.
Berbicara merupakan perjanjian, perjanjian lama yang apabila
terlupakan, akan kembali dapat di laksanakan, dengan berbicara perasaan putus
asa, dapat menjadi semangat, kesepian akan hilang, keraguan akan berubah
menjadi keyakinan, ketidak percayaan akan menjadi rasa percaya. Pengaruh seseorang
akan di nilai dari pembicaraannya, baik dan jahat akan terlihat dari maksud dan
tujuan pembicaraannya.
Bicaralah hal baik, jika ingin tujuan baiknya tercapai, bicaralah
dengan pelan dan jelas, jika pembicaraannya ingin dapat di dengar. Bicaralah dengan
intonasi berulang-ulang, jika pembicaraannya terasa di lupakan, tidak terlaksanakan. Bicaralah dengan sabar, apabila pembicaraan
tersebut terbantahkan. Bicaralah dengan nada yang tegas, agar pembicaraan cepat
di pahami dan terlaksanakan. Bicaralah dengan mengucap nama Allah Yang Maha
Pengasih dan penyayang.
SIFAT
MA’NAWIYAH
Dapat
bermaksud yaitu sifat-sifat yang berhubungan dengan sifat ma’ani, atau
keaktifan 7 sifat di atas, dengan kata lain sifat Allah tersebut dilazimkan
atau tidak bisa dipisahkan dengan Sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah adalah sifat
yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani. Sifat ini terdiri dari
tujuh sifat, yakni 14- Kaunuhu Qadiran, 15- Kaunuhu Muridan, 16- Kaunuhu
Aliman, 17- Kaunuhu Hayyan, 18- Kaunuhu Sami’an, 19- Kaunuhu Bashiran, 20-
Kaunuhu Mutakalliman.
Penulis sadar tulisan tersebut jauh dari kesempurnaan, dengan harapan tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk nusa, bangsa, agama, kehidupan dunia dan akhirat.
Ya Allah, Ya Hayyu, Ya Hayyan..
Hanya kepada Mu, kami akan di kembalikan..
Aamiin..
Penulis sadar tulisan tersebut jauh dari kesempurnaan, dengan harapan tulisan tersebut dapat bermanfaat untuk nusa, bangsa, agama, kehidupan dunia dan akhirat.
Ya Allah, Ya Hayyu, Ya Hayyan..
Hanya kepada Mu, kami akan di kembalikan..
Aamiin..